Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pokdakan Ikhlas Mandiri Balikpapan Resmikan Budidaya Ikan Air Tawar

Pokdakan Ikhlas Mandiri Binaan PT Petrosea Resmikan Budidaya Ikan Air Tawar Jenis Nila.

Portalborneo.or.id, Balikpapan – Dalam rangka untuk memenuhi ketahanan pangan di lingkungan RT dan sekitarnya, kelompok budidaya ikan (Pokdakan) Ikhlas Mandiri RT 14 Kelurahan Kariangau, Balikpapan Barat diresmikan pada Sabtu (30/7/2022).

Pokdakan yang merupakan binaan PT Petrosea Tbk ini melakukan pembudidayaan ikan air tawar jenis nila. Dalam peresmian tersebut sebanyak 3 ribu ekor nila ditebar di dua kolam terpal bulat berukuran 4 meter. Peresmian tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pangan Peternakan dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan, Lurah Kariangau, perwakilan managemen PT Petrosea Tbk, pendamping dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sumber Bahagia, anggota Pokdakan Ikhlas Mandiri RT 14 Kariangau serta para tamu undangan lainnya.

External Relation Superintendent PT Petrosea Tbk, Cecilia Tri Novi mengatakan Corporate social responsibility (CSR) PT Petrosea yang bekerja sama dengan Pokdakan Ikhlas Mandiri RT 14 Kariangau diharapkan dapat tumbuh berkembang, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan berupa ikan baik di lingkungan RT maupun di tingkat kelurahan bahkan di Kota Balikpapan.

“Hari ini kita melakukan peresmian CSR PT Petrosea yang bekerja sama dengan Pokdakan Ikhlas Mandiri berupa pembudidayaan ikan nila, kami berharap Pokdakan ini bisa semakin sukses kedepannya dan bisa memenuhi kebutuhan ikan di lingkungan sekitar serta dapat dikomersialkan,” ungkap Cecil.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Balikpapan, Lestari Sumiarsih mengapresiasi perusahaan yang masih mau menyalurkan CSR dibidang perikanan. Karena saat ini sudah jarang adanya perhatian perusahaan yang melirik dibidang perikanan.

“Saya sangat mengapresiasi PT Petrosea yang masih mau menyalurkan CSR-nya dibidang perikanan, karena sudah jarang ada perusahaan yang memberikan bantuan dibidang ini,” ujar Lestari dalam sambutannya.

Selain itu, dia berharap Pokdakan Ikhlas Mandiri RT 14 Kariangau ini dapat memanfaatkan sebaik mungkin bantuan CSR yang diberikan perusahaan.

“Saya berharap ke depan bisa semakin berkembang, dikelola dengan baik sehingga hasilnya bisa dikembangkan lagi untuk menambah kolam dan tidak melulu berharap bantuan dari perusahaan,” terangnya.

Dia meyakini jika dikelola dengan baik dan anggota kelompok yang selalu kompak, dipastikan budidaya ikan air tawar ini dapat berkembang dan maju.

Sementara itu Ketua Pokdakan Ikhlas Mandiri RT 14 Kariangau, Apriyanto mengucapkan terima kasih atas suport dan bantuan yang diberikan oleh pihak Petrosea terhadap kelompoknya. Bersama anggotanya yang berjumlah 15 orang dia akan berusaha untuk semaksimal mungkin mengelola pembudidayaan ikan air tawar ini.

“Sebenarnya ini hal yang baru buat saya dan anggota Pokdakan, namun dengan terus belajar dan sering berdiskusi dengan para pembudaya ikan yang terlebih dulu memulai, Insya Allah kami bisa,” ungkap Apri yang juga Ketua RT 14 Kariangau ini.

Sejauh ini, anggota Pokdakan belum menemukan adanya kendala dalam melakukan pembudidayaan ikan nila. Di mana dalam pembesaran bibit ikan nila ini, Pokdakan Ikhlas Mandiri menggunakan sistem ras, yakni filterisasi air dan penggunaan aerator. “Sejauh ini masih aman dan belum menemui kendala. Kami juga didampingi penyuluh dari Dinas Perikanan serta dari KUBE Sumber Bahagia,” bebernya.

Di tempat yang sama Lurah Kariangau, M Iskandar juga berharap Pokdakan ini dapat tumbuh dan berkembang, sehingga dapat memenuhi ketahanan pangan di lingkungan RT maupun di pasaran. “Kualitas air yang terutama harus di jaga, saya juga berharap kekompakan anggota tetap dijaga agar kelompok ini dapat terus berjalan, di sini juga ada penyuluh perikanan sering-sering komunikasi ketika ada kendala,” pungkasnya.

Diketahui, dalam CSR PT Petrosea ini menyalurkan total 4 unit kolam terpal bulat dengan diameter 4 meter, perlengkapan filter dan aerator, serta 10 ribu ekor bibit ikan nila beserta pakannya yang dibagi menjadi dua tahap. Dengan target 4 bulan panen setelah bibit ditebar.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id)

Loading

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait