Rayakan HUT Kota Samarinda, Pemkot Gelar Penghijauan di Sepadan SKM

Walikota Samarinda Andi Harun, menyiram pohon yang telah ditanam.

Portalborneo.or.id, Samarinda- Dalam upaya pelestarian lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menggelar aksi penghijauan sepadan Sungai Karang Mumus (SKM), Sabtu (29/1) sore.

Aksi itu juga merupakan bentuk komitmen Pemkot untuk kepedulian terhdap keberlangsungan ekosistem di sepanjang SKM.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyampaikan kepada media, bahwa setelah upaya melakukan pembebasan lahan masyarakat di sepadan sungai, tentunya harus diikuti dengan program selanjutnya.

Diantaranya adalah kombinasi antara penurapan dengan penghijauan. “Kita mulai dengan penghijauan karena penurapan harus menunggu lelang. Yang mana penghijauan hari ini adalah partisipasi oleh semua pihak,” ucapnya.

Berita Lainnya:  Samarinda Level 2, Komisi II DPRD Samarinda Ajak Pelaku Usaha Disiplin Terapkan Prokes

Dalam kegiatan ini, pemkot dan unsur Forkopimda Kota Samarinda dan semua stekholder bersatu pada untuk melakukan penghijauan yang dilakukan tepat disekitar wilayah Jembatan di Jalan Gelatik.

“Tentu kita berharap keadaan sungai kita bisa kembali bagus, disatu sisi hijau dan disatu sisi sebagai instrument pengendali banjir,” sebutnya.

Terkait proses penurapan, dikatakan Andi Harun bahwa akan dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) dan sebagian oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Berita Lainnya:  Basti Sangga Langi Salurkan Aspirasi, 300 Warga Kutim Ikut Pelatihan Mengemudi Gratis

Pada daerah yang sudah bebas langsung di tindaklanjuti dengan rencana penurapan untuk menghindari limpasan air dari SKM ke permukiman.

“Kita melakukan inovasi secara terbatas mengingat sumber pembiayaan kita juga terbatas. Tapi fokus infrastruktur Kota Samarinda bertumpu pada pengendalian banjir, mulai pembebasan lahan, penurapan, revitalisasi drainase serta pembangunan kolam rentensi termasuk pintu air dan pompa,” terangnya.

Andi Harun juga mengakui bahwa berdasarkan kemampuan keuangan, pintu air saat ini masih bersifat minor seperti yang ada di jembatan Ruhui Rahayu Samarinda.

Berita Lainnya:  Pemkot Musnahkan Miras Ilegal dan Kostum Badut

“Untuk yang lebih besar kita masih sedang ajukan kepada Kementrian PUPR karena membutuhkan dana yang cukup besar senilai sekitar Rp 500 miliar,” katanya.

“APBD Kota Samarinda tidak berkemampuan untuk membiayai sekaligus, sehingga kita mendahulukan penangan disektor hulu dengan membangun kolam retensi dan sektor hilir dengan merevitalisasi drainase,” pungkasnya.

(Tim Redaksi Portalborneo.or.id)

Loading

...

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Print Friendly, PDF & Email

terkait

.