Pemprov Kaltim Berkomitmen Wujudkan Nol Desa Tertinggal pada 2023

Foto: Ilustrasi desa tertinggal di Kaltim (ist)

Foto: Ilustrasi desa tertinggal di Kaltim (ist)

Portalborneo.or.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), menetapkan target ambisius untuk mencapai “Kaltim Zero Desa Tertinggal” pada tahun 2023.

Dengan total 841 desa, 197 kelurahan, dan 103 kecamatan, Pemprov Kaltim memprioritaskan pemberdayaan dan pengembangan di seluruh wilayah.

Hasil pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022 menunjukkan tren positif, dengan peningkatan status desa Mandiri dan Maju serta penurunan status Desa Sangat Tertinggal.

Terdapat penambahan 49 desa Mandiri, sehingga jumlahnya mencapai 136 desa. Sementara itu, Desa Maju bertambah 37 desa menjadi 349 desa, dan Desa Berkembang berkurang menjadi 339 desa.

Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi, menyampaikan bahwa pada tahun ini, tidak ada lagi desa yang masuk kategori sangat tertinggal. Sementara itu, desa tertinggal yang masih tersisa berjumlah 17, tersebar di beberapa kabupaten.

“Langkah-langkah konkret sedang diambil untuk mengatasi permasalahan umum di antaranya ketersediaan tenaga kesehatan, jarak pusat layanan kesehatan dengan masyarakat, ketersediaan tenaga pendidik, jarak akses ke pusat perdagangan, akses air bersih, akses listrik, keterbukaan wilayah jalan desa, serta mitigasi potensi rawan bencana,” ucap Anwar.

Dia menegaskan komitmen untuk bertahap memenuhi indikator-indikator tersebut melalui program Pemprov Kaltim, kabupaten, dan kota.

“Tujuannya adalah menciptakan desa-desa yang mandiri, maju, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.

(adv)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait