Pemkot Samarinda Gelar Rakor Samarinda Menuju Kota Layak Anak Kategori Utama Tahun 2024

Foto: Pemkot Samarinda menggelar Rakor, bersama dinas dan lembaga terkait di lingkup Pemkot Samarinda can perwakilan dari LSM.(Ist)

Foto: Pemkot Samarinda menggelar Rakor, bersama dinas dan lembaga terkait di lingkup Pemkot Samarinda can perwakilan dari LSM.(Ist)

Portalborneo.or.id, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama dinas dan lembaga terkait di lingkup Pemkot Samarinda can perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Samarinda, digelar Ballroom Palem Raja Hotel Grand Sawit, jalan KH Abdurrasyid Nomor 34 A, Samarinda, Selasa (7/11/2023).

Di mana acara ini komitmen Pemkot untuk jadikan Samarinda sebagai Kota Layak Anak (KLA). Di mana 2023 Samarinda meraih penghargaan KLA kategori Nindya, ditargetkan pada 2024 meraih kategori Utama.

Pada Rakor ini, dibahas review bedah dokumen evaluasi KLA Samarinda 2023, serta susun strategi mewujudkan dan tingkat Samarinda menuju KLA Utama pada evaluasi kabupaten/KLA Republik Indonesia tahun 2024.

Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi apresiasi peserta Rakor, khususnya kepada Kepala DPPPA Kota Samarinda, Dr Ibnu Araby MMPd beserta jajarannya yang menjadi penyelenggara Rakor.

Lanjutanya, lewat kegiatan ini juga merupakan rapat penting yang bertujuan untuk mewujudkan komitmen Pemkot Samarinda menjadikan Kota Samarinda sebagai kota yang layak bagi anak.

“Hal itu juga selaras dengan visi dan misi Kota Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban yang memiliki warga kota yang religius, unggul dan berbudaya,” ucapnya.

Tolak ukur KLA bukan hanya dilihat dan dinilai dari kategori penghargaan yang diperoleh, tetapi yang utama adalah kesungguhan dalam tindakkan nyata untuk jadikan Samarinda benar-benar layak dihuni oleh anak.

Maka dari iti, Pemkot Samarinda harus bisa hadir dengan nyata dalam berbagai usaha untuk memberikan perlindungan hak-hak anak.

Dan mampu berikan pengawasan, bimbingan dan fasilitas dalam tunjang tumbuh kembang anak, dari proses perkembangan diseribu hari awal kemudaian perkembangan anak hingga usia remaja.

“Sekolah-sekolah, puskesmas, tempat ibadah, taman bermain dan tempat-tempat publik lainnya, harus benar-benar dirasakan layak bagi anak,” ujarnya.

Ia pun berharap, lewat Rakor selain melakukan evaluasi, maka kedepannya semua pihak dapat bekerjasama dan berkolaborasi dalam merancang strategi serta langkah-langkah yang telah ditetapkan.

“Tidak boleh ada yang merasa lebih berperan, semuanya harus pada posisi yang sama, bahwa kita semua adalah memiliki kewajiban untuk memberikan hak-hak anak dan sekaligus memberikan perlindungan kepada anak,” pungkasnya.

(Rdn/PemkotSamarinda)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait