Angka Putus Sekolah di Kalimantan Timur (Kaltim) Menjadi Sorotan: DPRD Evaluasi Peraturan Pendidikan

Foto: Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin.

Foto: Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, Salehuddin.

Portalborneo.or.id, Samarinnda – Dalam sebuah langkah untuk mengatasi masalah angka putus sekolah yang masih tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), DPRD Kaltim tengah mengevaluasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 16/2016 tentang Penyelenggaraan Pendidikan. Menurut Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, Salehuddin, evaluasi ini bertujuan untuk mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.

Salah satu poin yang akan direvisi dalam perda tersebut adalah persentase jumlah siswa kurang mampu yang harus diterima sekolah. Salehuddin menyatakan niatan untuk meningkatkan persentase siswa kurang mampu dari 20 persen menjadi 30 persen. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi anak-anak di Kaltim.

“Evaluasi ini sejalan dengan hak anak untuk mendapatkan pendidikan. Kita berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat mendukung langkah-langkah yang diambil DPRD Kaltim dalam mengatasi masalah angka putus sekolah,” ujar Salehuddin.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, angka putus sekolah di Kaltim pada tahun 2020 mencapai lebih dari 9000 anak. Jenjang SMA menjadi yang paling tinggi dengan 3.087 anak putus sekolah, diikuti oleh SMK dengan 1.651 anak, SMP dengan 2.389 anak, dan SD dengan 1.953 anak.

Evaluasi terhadap perda pendidikan ini menjadi salah satu agenda utama Bapemperda DPRD Kaltim. Salehuddin menambahkan bahwa evaluasi ini sudah dijadwalkan sejak 2022 dan baru terealisasi pada tahun ini.

Dengan langkah-langkah konkrit ini, diharapkan angka putus sekolah di Kaltim dapat terus menurun secara bertahap. Kerja sama antara DPRD Kaltim dan Pemprov Kaltim diharapkan dapat menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah ini dan memberikan dampak positif pada sektor pendidikan di wilayah tersebut.

(ADV/DPRD/FRC/94)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait