DPMPD Kaltim Gelar Rapat Teknis Dalam Tangani Desa Tertinggal

Foto: Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi (ist)

Foto: Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi (ist)

Portalborneo.or.id, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim menggelar Rapat Teknis Percepatan Pembangunan Desa di Balikpapan.

Kegiatan yang ini tidak hanya menjadi forum pembahasan strategis, tetapi juga langkah konkret untuk meningkatkan sinergitas pemerintah provinsi dan kabupaten dalam upaya menangani tantangan di 5 desa tertinggal di Provinsi Kalimantan Timur.

Kepala DPMPD Kaltim, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa rapat ini menjadi ajang untuk menyampaikan hasil bedah skor Indeks Desa Membangun (IDM) pada 5 desa tertinggal kepada OPD teknis di tingkat provinsi dan kabupaten. Tujuannya adalah agar program dan kegiatan dapat difokuskan pada indikator yang masih lemah dari kelima desa tersebut.

“Ini langkah konkret untuk memaksimalkan peran OPD teknis terkait, sehingga intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak positif pada peningkatan IDM,” ujar Anwar Sanusi.

Rapat teknis ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kalimantan Timur, Aswanda, yang menyampaikan tujuan rapat tersebut dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam pengembangan kawasan pedesaan.

“Kami mengumpulkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten untuk bersama-sama mengatasi permasalahan dan potensi pengembangan wilayah perdesaan,” ungkap Aswanda.

Adapun lima desa tertinggal yang menjadi fokus Pekerjaan Rumah (PR) provinsi Kaltim adalah Kampung Mapulu di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, dan empat kampung di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, yaitu Kampung Gerungung, Tanjung Soke, Deraya, dan Kampung Lemper. Permasalahan pembangunan di desa-desa ini, terutama dalam hal infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, menjadi fokus koordinasi semua pihak yang hadir.

Rapat ini melibatkan peserta dari berbagai instansi, seperti BAPPEDA Kaltim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Dinas Kesehatan Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kaltim, Diskominfo, serta OPD teknis dari Kabupaten Berau dan Kutai Barat. Kehadiran tenaga pendamping profesional turut menyemarakkan forum yang bertujuan memajukan desa-desa tertinggal di Provinsi Kaltim.

(adv)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait