DPMPD Kaltim Gandeng Komunitas Pembangunan untuk Maksimalkan Advokasi Hak Masyarakat Hukum Adat

Foto: DPMPD Kaltim gelar Advokasi Pengakuan dan Perlindungan di Kampung Juaq Asa. (Ist)

Foto: DPMPD Kaltim gelar Advokasi Pengakuan dan Perlindungan di Kampung Juaq Asa. (Ist)

Portalborneo.or.id, Samarinda – DPMPD Kaltim kembali melangkah maju dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat hukum adat (MHA) dengan menggelar Advokasi Pengakuan dan Perlindungan di Kampung Juaq Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Lamin Adat Hemaq Beniung ini membawa konsep inovatif yang mempercepat pemberian pengakuan dan perlindungan bagi masyarakat di Kaltim.

Kegiatan tersebut dihelat dengan pola jemput bola di desa/kampung yang teridentifikasi untuk mendapatkan pengakuan dan perlindungan pemerintah.

Tujuannya mencakup pengakuan dan perlindungan hak MHA sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pengembangan program pembangunan. Lebih dari itu, kegiatan ini membantu Pemerintah Kampung Juaq Asa menyusun pemetaan tata ruang wilayah adat dan tata ruang kampung.

Acara ini melibatkan mitra pembangunan utama, seperti Bioma, Padi, dan KBCF, sebagai pembicara utama. Dengan dihadiri perwakilan Pemerintah Kampung Juaq Asa, Lembaga Kemasyarakatan Kampung, Lembaga Adat, Ketua Adat, sesepuh adat, dan perwakilan kaum perempuan (Gender), total peserta mencapai 30 orang.

Penting untuk dicatat bahwa sumber pembiayaan kegiatan advokasi ini berasal dari dana FCPF-CF (Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund), menunjukkan komitmen DPMPD Kaltim dalam menggerakkan program pemberdayaan ini secara berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi model bagi upaya serupa di berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

(adv)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait