DPMPD Kaltim Berfokus Penuh pada Transformasi Positif Desa Tertinggal

Foto : Kampung Deraya salah satu Desa Tertinggal yang ada di Kaltim (ist)

Foto : Kampung Deraya salah satu Desa Tertinggal yang ada di Kaltim (ist)

Portalborneo.or.id, Samarinda – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas dan perkembangan desa-desa di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Langkah ini dilakukan seiring dengan Keputusan Menteri Desa (Kemendes) RI, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 174 tahun 2023 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa, yang mengidentifikasi lima desa tertinggal di Kaltim.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pembangunan Desa dan Kawasan Pedesaan (PDKP) DPMPD Kaltim, Aswanda, menyebutkan bahwa saat ini masih terdapat lima desa tertinggal di Kaltim, termasuk Kampung Lemper, Kampung Deraya, Kampung Tanjung Soke, dan Kampung Gerunggung di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), serta Kampung Mapulu di Kabupaten Berau.

Aswanda menjelaskan bahwa untuk mengatasi status desa tertinggal, DPMPD Kaltim bekerja sama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di berbagai kabupaten dan kota, merumuskan program-program yang diharapkan dapat dieksekusi oleh masing-masing daerah.

Fokus utama pembangunan desa tertinggal adalah perbaikan akses, dan DPMPD Kaltim telah mengumpulkan data dan informasi yang akan diteruskan ke Dinas PUPR Kaltim. Masalah di sistem pendidikan juga menjadi perhatian serius, dengan rencana koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

Aswanda menekankan pentingnya kerjasama lintas OPD, dengan Dinas PUPR berfokus pada pembangunan akses dan fasilitas umum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk peningkatan sistem pendidikan, Dinas Kesehatan untuk sosialisasi dan penanganan masalah kesehatan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk infrastruktur jaringan dan sumber daya di desa.

“Dalam mengatasi tantangan desa tertinggal, kami memegang peran sebagai provokator untuk kesejahteraan masyarakat desa, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) sebagai konseptor, dan OPD teknis sebagai eksekutor. Kami berharap untuk menciptakan kerjasama harmonis yang mendorong kemajuan dan kemandirian desa-desa tertinggal di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

(adv)

Bagikan :

Email
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
[printfriendly]

terkait